Judo Sebagai Cabang Olahraga Seni Bela Diri

 

Pada mulanya yang mengikuti seni bela diri Judo ini hanya kaum laki-laki saja, namun pada tahun 1893 untuk pertama kalinya kaum perempuan diterima sebagai judoka, walaupun pada saat itu kaum olahragawati dianggap sebelah mata di dalam struktur masyarakat Jepang, tapi kemajuan dan perkembangan yang dramatis itu hanya berlangsung sebentar saja, pada hakekatnya mereka masih dijauhkan dari pertandingan-pertandingan resmi, dengan alasan keselamatan fisik.

Setelah Perang Dunia II, judo bagi laki-laki dan perempuan diperkenalkan keluar Jepang. Persatuan Judo Eropa dibentuk pada tahun 1948, diikuti dengan pembentukan Federasi Internasional Judo pada tahun 1951. Judo menjadi salah satu cabang olahraga resmi Olimpiade pada Olimpiade Tokyo 1964 di Tokyo, Jepang. sedangkan untuk Judoka perempuan pertama kali berlaga di Olimpiade Barcelona 1982 di Barcelona, Spanyol.

Tingkatan Judo dan warna ikat pinggang

Tentu saja sebuah tingkatan itu Dimulai dari kelas pemula (shoshinsha) seorang judoka mulai menggunakan ikat pinggang dan disebut berada di tingkatan kyu kelima. Dari sana, seorang judoka naik tingkat menjadi kyu keempat, ketiga, kedua, dan akhirnya kyu pertama. Setelah itu sistem penomoran dibalik menjadi Dan pertama (shodan), kedua, dan seterusnya hingga Dan kesepuluh, yang merupakan tingkatan tertinggi di judo.

Sang pendiri, Kano Jigoro, mengatakan bahwa tingkatan judo tidak dibatasi hingga Dan Sepuluh, dan hingga saat ini karena hanya ada 15 orang yang pernah sampai ke tingkat Dan Sepuluh, maka tidak ada yang pernah melampaui tingkatan tersebut.

Warna ikat pinggang menunjukkan tingkatan Kyu ataupun Dan.
1. Kyu lima dan Kyu empat menggunakan warna putih 
2. Kyu tiga, Kyu dua dan Kyu Satu menggunakan warna cokelat

Judoka yang sudah mencapai tahapan Dan, mulai dari  
1. Shodan, atau Dan satu, hingga Dan lima menggunakan warna hitam
2. Dan enam hingga Dan sembilan menggunakan ikat pinggang kotak-kotak bewarna merah dan putih, walaupun kadang-kadang juga menggunakan warna hitam
3. Tingkatan teratas, Dan sepuluh menggunakan ikat-pinggang merah-putih atau merah.
4. Judoka perempuan yang telah mencapai tahap Dan ke atas memiliki garis putih yang memanjang di bagian tengah ikat pinggang hitam mereka.

Pertandingan judo diselenggarakan di atas karpet atau matras (tatami) berbentuk segi empat (belah ketupat) dengan sisi 14,55 meter atau sepanjang 8 tatami yang dijajarkan. Selain dialasi matras, kebanyakan dojo judo sekarang menggunakan pegas di bawah lantai palsu, untuk menahan benturan akibat bantingan.

Di awal pertandingan, kedua judoka berdiri di tengah-tengah tepat di belakang garis sejajar dengan diawasi oleh juri. Sebelum dimulai, kedua judoka tersebut menunduk memberi hormat satu sama lain dari belakang garis. Di sudut atas dan bawah belah ketupat duduk dua orang hakim, dan di belakang masing-masing judoka, di luar arena yang dibatasi matras, duduk judoka-judoka dari regu yang sama, dan duduk pula seorang pencatat waktu dan seorang pencatat nilai.

Pertandingan diselenggarakan di dalam arena di dalam matras yang dibatasi oleh garis merah (jonai). Luas arena tersebut adalah 9,1 meter persegi dan terdiri dari 50 tatami. Waza atau teknik judo yang dipakai di arena di luar garis merah (jogai) tersebut dianggap tidak sah dan tidak dihitung.

Seragam longgar yang dikenakan seorang judoka harus sesuai ukurannya.
Jacket
Bagian bawah jaket menutupi pantat ketika ikat pinggang dikenakan. Antara ujung lengan dengan pergelangan tangan selisih 5–8 cm. Lengan baju panjangnya sedikit lebihnya dari dua pertiga panjang lengan. Karena jaket ini dirancang untuk menahan benturan tubuh akibat dibanting ke lantai, maka bahan umumnya lebih tebal dari seragam karate (karategi) atau bela diri yang lain
Ikat pinggang
Ikat pinggang harus cukup panjang sehingga menyisakan 20–30 cm menjuntai pada masing-masing sisi.

Celana
Celana yang dipakai sedikit longgar. Antara ujung celana dengan pergelangan kaki selisih 5–8 cm. Celana panjangnya sedikit lebihnya dari dua pertiga panjang kaki.
Celana dikenakan dan tali celana dikencangkan. Jaket kemudian dikenakan dengan sisi kiri di atas sisi kanan. Kenakan ikat pinggang dengan cara meletakkan tengah-tengah sabuk di depan perut, kemudian kedua ujung sabuk diputar melingkar di belakang pinggang kembali ke depan; pegang kedua ujung sabuk, lalu talikan dengan kedua ujung berakhir secara horisontal. Talikan dengan kencang sehingga tidak lepas pada saat pertandingan.

Facebook Comment