Filososfi Sabuk Taekwondo

 

Setiap beladiri memiliki filososfi sendiri-sendiri begitu juga dengan taekwondo, salah satunya adalah sabuk taekwondo yang memiliki filososfi, emang sich filosofi dari tingkatan sabuk ini hampir-hampir sama dengan aliran seni beladiri yang lain.

  • Putih
    melambangkan kesucian, saat menggunakan sabuk ini merupakan awal/dasar dari semua jurus yang kita pelajari.
  • Kuning
    adalah lambang bumi, saat kita menggunakan sabuk ini, maka sudah mulai ditanamkan dasar-dasar dari taekwondo dengan kuat, setelah selelsai dari sabuk kuning ini, belum langsung naik kesabuk hijau, terlebih dahulu kita akan menggunakan sabuk kuning strip hijau.
  • Hijau
    setelah kita menggunakan sabuk kuning strip hijau maka naik ke sabuk hijau warna hijau ini merupakan lambang dari pepohonan, saat menggunakan sabuk ini dasar -dasar dari taekwondo mulai dikembangkan, setelah itu naik ke sabuk hijau strip biru.
  • Biru
    Setelah dari sabuk hijau strip biru maka akan naik ke sabuk biru dan warna biru sendiri merupakan lambang dari langit yang menyelimuti bumi dan seisinya, artinya adalah kita harus mulai mengetahui dan memahami apa yang kita pelajari, setelah itu kita akan naik ke sabuk biru strip merah
  • Merah
    setelah beberapa lama kita menggunakan sabuk biru strip merah maka kita akan naik ke sabuk merah, warna merah merupakan lambang dari matahari yang artinya adalah kita harus mulai menanamkan dalam diri bahwa kita harus menjadi pedoman bagi orang lain dan harus dan dapat mengontrol sikap kita terhadap orang lain, setelah itu kita naik ke sabuk merah strip 1 setelah itu naik ke sabuk merah strip 2 dan selanjutnya baru sabuk hitam.
  • Hitam
    pada saat kita menggunakan sabuk hitam ini merupakan warna terakhir yang kita gunakan, warna hitam merupakan lambang dari akhir, kedalaman dan kematangan dalam berlatih menguasai diri dariketakutan dan kegelapan, setelah menggunakan sabuk hitam ini akan ada lagi tingkatan dari DAN 1 hingga DAN 10.

Facebook Comment