Beladiri Ninjutsu

 

Gerakan beladiri ninjutsu sangat banyak sekali, atau mungkin hampir sama dengan aliran beladiri yang lain, yang banyak menggunakan gerakan - gerakan yang pada dasarnya adalah untuk melindungi diri dari serangan lawan, sebetulnya keahlian seorang ninjutsu adalah melakukan penyusupan alias inteligen khusus, ketika terjadi kontak fisik dia hanya akan berupaya untuk melepaskan diri ketimbang bertarung habis - habisan, walaupun demikian bukan berarti seorang ninja tidak bisa bertarung, dia akan bertarung ketika sudah terdesak, nah gerakan dalam ninjutusu ini namun dapat dibagi menjadi 4 kelompok yakni:

1. tendangan
2. lemparan
3. patahan
4. serangan

Teknik pertahanan diri
1. bantingan
2. berputar 

Teknik bantu
1. meloloskan diri
2. mengendap, dan teknik khusus lainnya. 

Namun, dalam praktiknya ninja menghindari kontak langsung dengan lawannya, oleh karena itu berbagai alat lempar, lontar, tembak, dan penyamaran lebih sering digunakan. Berbeda dengan seni beladiri lain, ninjutsu mengajarkan teknik spionase, sabotase, melumpuhkan lawan, dan menjatuhkan mental lawan. Ilmu tersebut digunakan untuk melindungi keluarga ninja mereka. Apa yang dilakukan ninja memang sulit dimengerti. Pada satu sisi harus bertempur untuk melindungi, di sisi lain ninja harus mengutamakan kecerdikan saat menggunakan jurus untuk menghadapi lawan. Di sisi lain ajaran ninpo memberi petunjuk bahwa salah satu tujuan ninjutsu adalah mengaktifkan indra keenam mereka. paduan intuisi dan kekuatan fisik pada jangka waktu yang lama memungkinkan para ninja untuk mengaktifkan indra keenamnya. Sehingga dapat mengenal orang lain dengan baik dan mengerti berbagai persoalan dalam berbagai disiplin ilmu.
 

Di dalam ninpo terdapat teknik-teknik yang harus dikuasai oleh seorang ninjutsu
1. teknik beladiri tangan kosong (taijutsu)
2. teknik pedang (kenjutsu)
3. teknik bahan peledak
4. senjata api (kajutsu)
5. teknik hipnotis (saimonjutsu)
6. teknik ilusi(genjutsu)

Pada aliran Togakure Ryu dikenal adanya latihan olah energi yang disebut Kuji Kiri. Prinsipnya adalah penggabungan antara kekuatan fisik dan mental. Penyaluran energi yang tepat dari tenaga kuji kiri dapat bersifat menghancurkan, namun di sisi lain jika digunakan untuk olah pikir dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan yang pelik.

Ninjutsu akan sia-sia jika ninja dia tidak memiliki mental dan spiritual yang kuat. Untuk itu ninja harus menguasai Kuji-in, yaitu kekuatan spiritual dan mental berdasarkan simbol yang terdapat di telapak tangan yang dipercaya menjadi saluran energi. Simbol di tangan di ambil dari praktik pada massa awal penyebaran agama Buddha. Kuji-in digunakan untuk membangun kepercayaan diri dan kekuatan seorang ninja. Kuji-in mampu meningkatkan kepekaan terhadap keadaan bahaya dan mendeteksi adanya kematian.

 

Simbol dari kuji-in ini berjumlah 81 simbol, namun ada 9 yang utama, yaitu
1. rin (memberi kekuatan tubuh)
2. hei (memberi kekuatan menyamarkan kehadiran seseorang)
3. Toh (menyeimbangkan bagian padat dan cair pada tubuh)
4. sha (kemampuan menyembuhkan)
5. kai (memberi kontrol menyeluruh terhadap fungsi tubuh)
6. jin(meningkatkan kekuatan telepati)
7. retsu (memberi kekuatan telekinetik)
8. zai (meningkatkan keselarasan terhadap alam)
9. zen (memberi pencerahan pikiran dan pemahaman)

Seorang ninja akan menjadi master sejati dengan menguasai simbol-simbol ini.
 
 

Walaupun terdapat banyak keluarga ninja di Jepang, baru sekitar tahun enam puluhan keluarga ninja baru dapat di dekati oleh orang luar. Pada tahun 1960 televisi jepang menayangkan laporan dokumentasi dan sejarah ninja. Setelah itu salah satu aliran yang dapat membuka diri dan memperkenalkan ninja ke dunia luar adalah aliran togakure-ryu dengan pewaris dari generasi ke 34, masaaki hatsumi,.yang profesi sehari-harinya adalah seorang tabib ahli penyembuhan dan pengobatan tulang. Pada tahun 1978 ninjutsu berhasil di publikasikan dan diajarkan ke amerika oleh stephen k. hayes. Sejak saat itu ninjutsu menjadi cabang beladiri yang paling banyak diminati.

Facebook Comment